Transparansi dan Kolaborasi: Pelelangan Fisik Desa Kezewea TA 2026 Sukses Digelar
Desa Kezewea kembali menegaskan komitmennya dalam membangun desa secara transparan, partisipatif, dan akuntabel melalui kegiatan Pelelangan Fisik Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menentukan pelaksanaan sejumlah proyek strategis desa yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Acara pelelangan yang berlangsung dengan tertib ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, yakni Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Tim Pengelola Kegiatan (TPK), serta dua penyedia jasa konstruksi, yaitu CV. Marthabel dan CV. Madyan. Kehadiran para pihak tersebut mencerminkan sinergi yang kuat dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua TPK, Bapak Ahmad Yani, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya proses pelelangan yang terbuka dan profesional. Ia berharap seluruh tahapan dapat berjalan sesuai aturan yang berlaku sehingga menghasilkan pelaksana kegiatan yang benar-benar kompeten.
Sementara itu, sambutan yang mewakili Pemerintah Desa disampaikan oleh Ibu Matilda Bhae selaku Kaur Tata Usaha. Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa pembangunan fisik yang direncanakan merupakan prioritas desa dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya melalui penyediaan hunian layak dan infrastruktur penunjang.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua BPD, Bapak Mashur Saudin Jani, yang menyoroti pentingnya pengawasan serta akuntabilitas dalam setiap proses pembangunan. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga integritas demi tercapainya hasil pembangunan yang berkualitas.
Adapun tiga kegiatan fisik yang dilelang dalam kesempatan ini meliputi:
-
Pembangunan Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) sebanyak 4 unit rumah
-
Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) Maumbawa sepanjang 12 meter
-
Pembangunan TPT Wolobawa sepanjang 16 meter
Berdasarkan hasil evaluasi dan kesepakatan bersama, seluruh paket pekerjaan tersebut dimenangkan oleh CV. Marthabel. Rinciannya sebagai berikut:
-
Pembangunan RTLH sebanyak 4 unit dengan anggaran sebesar Rp39.574.000
-
Pembangunan TPT Maumbawa sepanjang 12 meter dengan anggaran Rp16.939.000
-
Pembangunan TPT Wolobawa sepanjang 16 meter dengan anggaran Rp20.539.000
Hasil ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan hunian yang layak serta infrastruktur yang kokoh dan aman. Proses pelelangan yang berjalan secara terbuka ini juga menjadi bukti nyata komitmen Desa Kezewea dalam menerapkan prinsip good governance di tingkat desa.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, pemerintah desa optimis bahwa pelaksanaan pembangunan fisik Tahun Anggaran 2026 dapat berjalan lancar, tepat waktu, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Kolaborasi yang solid antara pemerintah desa, lembaga desa, dan pihak penyedia jasa diharapkan terus terjaga demi kemajuan Desa Kezewea ke depan.